Category Archives: nostalgia

suatu ketika, ada 1 yahoo id yg masuk ke layar yahoo messenger saya, minta di-approve. id nya agak aneh, bukan nama asli seperti misalnya ‘anisa_amelia’, jadi saya asal approve saja. ternyata si pemilik id adalah teman SD saya. akhirnya kami berbincang-bincang via aplikasi chatting itu. diawali dengan kalimat basa basi yang sangat basi : apa kabar?, berlanjut ke ajakan reuni dari si dia. huaaww, sepuluh tahun berpisah dan sekarang berencana untuk bertemu lagi?..senang sekali! tepatnya sih, saya penasaran sekali, ingin tau wajah2 yang telah bermetamorfosis dari dulunya cupu sampai sekarang lucu. *halah*

dan direncanakan lah bahwa reuni SD Karang Pawulang I angkatan ‘98 itu akan diadakan pada bulan Agustus mendatang. rencana yang ada sampai sekarang sih, kita akan bertemu di SD dulu, baru nanti disambung acara lainnya, termasuk foto bersama (standar sih, tapi pasti akan tetap seru untuk dilakukan).

yang kemudian terlintas di pikiran saya adalah : MUSTI SEGERA MELANGSINGKAN TUBUH, NIIIHHH!!

alasannya : Maluuuu.. Dulu tubuh saya sangatlah kecil dan (truly) mungil! [look at the picture above, i'm the third from left, the second line from down] Fyuuuuhhhh..

It may have gone out of date to be posted, hehe.. but, yeaa.. it’s not bad to be shared, and to make my blog meatier. :-P

 

Well..

On the last April 17th 2008, I got 2 announcements. The first one is that I failed the Nestle MDPT pre-test. I wasn’t dissapointed, because i was very unprepared when i did the pre-test. :D I even didn’t know anything about the recruitment process. So, I could take it easy.

The second one is that my team announced as the semifinalist of PDDC, the product design and development competition that held by Teknik Industri dan Mesin UGM. Not only my team that should go to Jogja to run the semifinal phase, but also 2 other teams from ITB. One thing that passed through my mind is JALAN-JALAN!!! Hohoho..yeaahh :D

I should be absent on my lectures, and also the assistant meetings, for a week. I had to leave my Pemodelan partner, therefore I brought her a daster batik as she wished. :)

 

From Bandung to Jogja. April 23rd ’08.

My team and 2 others departed to Jogja together, on the 23rd of April, by night travel train. It was just as usual, like another trips. I chatted with my friends and ate some doughnuts. Some others ordered nasi goreng as their dinner, whereas the train nasi goreng is never been delicious :-P .

Cause my team hadn’t finished our presentation file, Yan – the one that sat beside me – took his laptop outside and did the presentation file. At that moment, I already had been sleepy, so I decided to sleep. And so does Yan, he didn’t make our presentation file finished properly. In teh midnight, he decided to stop writting and sleep.

I couldn’t sleep like a top, I was always awake anytime the train stopped for a while at the small station.

From the beginning of the trip, I had a bad feeling. I paid attention to a man who wear a cap during the trip, sat 3 chairs in front of me. I just felt that the man was a little bit strange. But i don’t want to think negatively. I remembered my mom’s message “always pray and dzikir to Allah during your trip!”. That’s why all I do is ask Allah for my salvation.

The train stopped again. And for once again I woke up. I looked at my watch. It was 2 a.m. I looked at the window, there’s only dark, no shine at all. I didn’t know where we were. I looked around my wagon. Almost everyone was asleep. But the strange cap man was not there. I just thought that he went to the restroom, as he did before.

I was ready to sleep when the train began to move again. But suddenly, a woman who sat in the front seat was screaming after someone snatched her bag, “Aaaaa…JAMBREEEEETTTTTT!!!!”.

Everyone woke up in sudden. Some passengers tried to catch the snatcher, but unfortunately th snatcher had jumped from the train and ran into the farm when the train had moved faster.

I was very shocked, and immediately I made sure that Yan’s laptop was still under my foot. I thanked God that I and all my friends were fine. There were nothing’s stolen. The woman who was snatched was still crying and going on at the snatcher.

 

Who was the snatcher?

Actually there are two snatchers who acted as the other passengers, sat on MY RAILWAY WAGON (!). But they pretended like they didn’t know each other. They didn’t sit adjacently. One of them turned out to be the one whom I paid attention from the beginning of my trip. Yes, the strange cap man. Another snatcher is the one who sat in front of the strange cap man. Damn. :(

 

Modus kejahatannya adalah sebagai berikut:

1. Kedua jambret tersebut turut menjadi penumpang dari Bandung. Duduk terpisah, pura-pura tidak saling kenal.

2. Selama perjalanan, satu per satu dari mereka mondar-mandir, pura-pura ke WC (gak tau sih, pura-pura apa emang beneran beser). Kemungkinan, ini lah cara mereka untuk men-survey penumpang mana yang ‘layak’ dijambret.

3. Selama perjalan juga, mereka saling berSMS. Mungkin progress report ke satu sama lain. Kan pura-pura gak saling kenal, jadi ngorbrolnya lewat SMS deh. Atau mungkin mereka chatting pake aplikasi semacam shmessenger juga seperti saya. Haha.

4. Saat kereta mulai bergerak jalan perlahan (dari kondisi berhenti di tengah jalan atau stasiun-stasiun kecil), ini lah saat mereka beraksi. Biasanya sasaran empuknya adalah orang yang duduk di bangku paling depan (dekat pintu keluar). Kalau penumpang lainnya…mungkin agak sulit dijangkau, tapi tetap tak menutup kemungkinan sih. Jadi, satu dari mereka berlagak bagaikan abis dari WC masuk ke gerbong, namun dengan gesit menjambret tas penumpang yang duduk di bangku terdepan, lalu langsung berlari kembali ke arah pintu keluar, dan loncat lah dari kereta (ingat! Kereta sudah dalam kondisi bergerak jalan, jadi sulitlah kalau kita mau mengejarnya). Satu orang lagi kemungkinan besar sudah lebih dulu loncat dari kereta.

 

Nah, kejahatan jambret seperti ini memang sudah sering terjadi pada kereta malam. Mama saya pun pernah menjadi korban saat masih muda dulu. Ya, dulu. Jadi, modus seperti disebutkan di atas sudah dipraktekkan sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Yeaah. Dahsyat.

 

Jadi, untuk teman-teman yang berniat untuk melakukan perjalanan dengan kereta malam, hati-hati lah. Jaga barang bawaan anda dengan baik. Usahakan, tas yang berisi barang berharga selalu dipeluk, dan ditutup selimut. Dan tentu saja, mulailah perjalanan anda dengan berdoa.

 

Untuk para jambret yang masih ingin menjambret, berTOBATlah.. Masih banyak cara yang halal untuk mencari uang. Berdoalah selalu, agar dibukakan pintu rejeki selebar-lebarnya. Insya Allah, perut tak akan kelaparan, walau tanpa njambret.

 

Lho, kok bahasanya campur-campur gini?? Maaf..maaf.. Incase of jambretnya gak ngerti bahasa inggris, jadi biar pesan saya dapat tersampaikan dengan baik pada si jambret, dan berhubung saya gak pandai nulis dalam bahasa jawa (mungkin si jambret orang jawa.. :-P ), maka saya gak pake bahasa inggris dulu.. :D *ngeles…*

 

-to be continued-

Kamis kemarin,lagi-lagi kuliah pemodelan dan simulasi sistem saya diadakan di laboratorium multimedia (lab MM), yang mana lagi-lagi saya duduk berdua partner di depan sebuah komputer. namun, kali ini akses internetnya jalan. :D Alhasil, sang partner asik membuka-buka emailnya, sedangkan saya…asik membolak-balik buku PROMODEL sambil melirik-lirik apa yang dibuka partner saya (intinya, tetep aja gak merhatiin si dosen. hehe..). Saya cukup tau diri, jadi saya hanya melirik email partner saya kalau kira-kira emailnya gak ‘rahasia’. :) >-

Sampailah saya pada sebuah email yang berisi hal-hal yang nge-trend di tahun 90-an. Ada yang bikin saya ketawa, yaitu MAIN GIMBOT YG BISA NGOMONG “BEGO LO” DAN “BOLEH JUGA LO”. Saya lantas kembali terngiang-ngiang bunyi si gimbot yang bisa ngomong itu. Saya ingat, permainannya hanyalah TETRIS belaka, tapi kalau kita salah si gimbot bakalan ngomong “Bego Lo!”, dan kalau benar “Boleh Juga Lo!”. Saya ingat bahwa dulu saya punya gimbot itu, tapi tak ingat kapan terakhir kali saya memainkannya (pastinya, saat SD), dan dimana si gimbot itu berada sekarang. Sekarang, gimbot yang kayak gitu masih ada gak ya? :)

Sampai di rumah, saya tanya adik saya, “inget gimbot yang bisa ngomong ‘bego lo’ gak?”. Lalu obrolan kami justru berlanjut ke topik ‘mainan jaman SD’.
- Oya, FYI, saya dan adik saya berbeda hanya 4 tahun, dan kami sekolah di SD yang sama. -
Saya kembali ingat pada tukang mainan yang dulu suka mangkal di depan SD saya. Lalu berlanjutlah ingatan saya pada tukang-tukang lainnya. Yaitu si tukang batagor (dulu harganya Rp. 300 saja lho..:D), dan si tukang es teh dan es jeruk yang mangkal di sebelah kanan tukang batagor (saya lupa dulu harga minuman ini berapa..mungkin Rp.500, ehm..kemahalan gak ya?). Lalu saya dan adik saya malah seperti mengabsen jajanan-jajanan waktu kami SD dulu.

Dan ternyata…saya ingat urutan para tukang jajanan yang pada mangkal di depan gerbang sekolah itu! Ehm, kalau saya gambarkan layout-nya :P , mungkin seperti ini lah kurang-lebih.

How? Saya hebat kan?? Hohoho..

Sekarang, kata adik saya, SD kami itu udah jauh berubah. Jadi baguuuss banget. Bagus lah, artinya ada perubahan ke arah lebih baik. :D Yang bikin saya penasaran, masih adakah para tukang jajanan yang saya gambarkan itu??