♥ lagi iseng, gak ada kerjaan *sebenernya ada sedikit kerjaan, tapi lagi males dan merasa bisa ditunda sampe esok hari..atau keesokan harinya lagi, hee*, dan lagi gak pengen tidur *padahal 3 jam yang lalu ngantuk buanget, tapi ngantuknya ilang setelah buka laptop dan pencet tombol on modem speedy
*
soo, i randomly thought to make a new post here, about..wait for it..the-suami-idaman-thingy
sebenernya isi postingan kali ini udah ada di benak saya beberapa hari yang lalu, when i was in the middle of doing some housekeeping-work *yeah, blame her (my latest housemaid yang dengan seenak jidat kabur)!*. well, mengingat garis-mati saya untuk getting married semakin dekat – insya Allah tahun 2011, sulit ditawar lagi, dengan siapapun itu – maka saya iseng2 mikirin pengen seperti apa suami saya nanti.
- soleh. standar ya, ini harapan orangtua, dan si wanita kalau berniat punya hidup bahagia dunia-akhirat – dan saya salah satunya, insya Allah.
- rajin. maksutnya, dia rajin kerja dengan niat tulus ingin menafkahi istri (dalam hal ini: saya) dan anak2nya, seberat apapun beban kerjanya *HEY, BOY! udah tugas lo sebagai suami kalee*. selain rajin cari duit, dia juga harus rajin bantu istri (ya, saya maksutnya) dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. misal: kalo saya nyapu-ngepel, dia bantu nyuci baju; kalo saya masak, dia bantu cuci piring; kalo saya nyetrika, dia bantu nyikat wc.
- bisa mijit. ya, mijit
karena saya suka dipijit. kalo dia gak bisa mijit, hmm..setidaknya dia harus rela ngasih duit tambahan buat saya nyalon dan nyepa
- punya sim A dan C. dan kalo bisa, gak nembak – untuk membuktikan kalau dia mampu anter2 istri (saya) kemana pun, dengan mobil ataupun motor. ya, saya berencana untuk punya 2 mobil dan 1 motor sekaligus. dan akan dipakai sesuai kebutuhan.
- pintar. PENTING. selain pintar secara IQ- berguna untuk mencetak anak2 kami menjadi anak yang juara kelas, cerdas dan membanggakan – dia juga harus pintar secara EQ dan tau pasti “bagaimana-menghadapi-seorang-saya”. artinya, dia harus paham kelemahan dan kelebihan saya, dan tau solusi terbaik untuk menghadapi (khususnya) kelemahan saya. sebaliknya, saya juga akan berusaha menjadi pintar. fair, yes?
- monogami. menyadari sifat saya yang sangat manja terhadap pasangan, mana bisa saya rela dimadu?
- selalu ada untuk istri (saya ya maksutnya!). terutama saat saya hamil. dan melahirkan. dan mengurus bayi (karena kayaknya ini akan merepotkan, terutama untuk urusan mencuci-baju-dan-popok-bayi – eh, masih jaman gak sih bayi pake popok? whatsoever! – dan urusan gendong-bayi-saat-terbangun-tengah-malam).
- romantis. *halah*. saya yang tidak romantis ini rasanya ingin diromantisi oleh suami. yaa, pengen aja diberi sesuatu yang “ugh, soo sweeett!”. :shy:
- asik. maksut: dia gak kaku, bisa saya ajak becanda, ketawa2, nyanyi2, main2, do some crazy things, berasa pacaran terus sampe mati.
- lets me to do what i wanna do. as long as they’re in the positive way, saya tipe orang yang gak ingin dikekang, kecuali dengan very-good-reason.
♥ menjadi suami idaman saya mudah bukan?
—
note: gambar yang dipasang Josh Radnor, bukan karena saya mengharapkan dia menjadi suami saya, hahaha, tapi hanya karena saya sedang menikmati serial “How I Met Your Mother” semata.


