
Ada buku bagus berkaitan dengan traveling. ‘The Naked Traveler’, karya Trinity. Bagus, karena tidak membosankan, dan seperti ‘Travelers’ Tale: Belok Kanan: Barcelona!’ karya empat penulis Adhitya Mulya, Ninit Yunita, Alaya Setya, dan Iman Hidajat, ‘The Naked Traveler’ juga berhasil membuat saya ngiler, pengen jalan-jalan bekpeking ke Eropa. Yang lalu disambut dengan tanggapan sinis pacar saya “Mau gitu kamu ngegembel kek gitu???”. Urgh, memangnya saya semanja itu?!
Beda dengan ‘Travelers’ Tale’, ‘The Naked Traveler’ bukan lah cerita fiksi, melainkan pengalaman asli sang penulis yang memang hobi traveling, baik keluar maupun dalam negeri. Ini merupakan blog yang dibukukan. Jadi, saat membacanya saya dapat langsung membayangkan gimana kejadiannya, seru banget.
Selain karena seru bisa membayangkan gimana rasanya perjalanan Trinity keliling dunia (beberapa negara di Eropa, Asia, Australia, New Zealand, dan Amerika), buku ini bagus karena sangat informatif, walaupun mungkin lebih subjektif. Dengan membaca buku ini, saya jadi tahu bahwa ada pulau di Sumatera Barat bernama Pulau Cubadak yang dimiliki oleh orang Italia dan dikunjungi oleh bule-bule, jarang banget ada wisatawan asal Indonesia. Saya juga jadi tahu bahwa DI PARIS GAK ADA NYAMUK, dan kenyataan bahwa Amerika mempunyai voltase listrik yang berbeda dengan di Indonesia, 110 volt, yang berarti kita butuh voltage converter kalo mau ‘nyolok-nyolok’. Buku ini juga banyak ngasih tips supaya bisa makan dan tidur secara murah meriah a la backpacker.
Pokoknya buku ini bisa jadi salah satu must-have-item kalau kalian pengen/suka/sering jalan-jalan. Bagi saya, buku ini jadi salah satu referensi saya buat rencana ‘nakal’ bulan madu nanti.