eits.. jangan mikir yg bukan-bukan! *apa cuma saya aja ya yang suka mikir yang bukan-bukan? hihi..*
dulu (waktu SD) saya pernah juga punya burung, 1 ekor burung-5000-an yang saya gak tau jenisnya apa, beli di pasar kaget yang selalu buka setiap hari minggu di depan komplek. tapi..hanya bertahan hidup selama 1 hari!
*malang betul nasib si burung-5000-an..*
kisah cinta saya dan hewan piaraan selanjutnya adalah saat saya melihara ikan dan kura-kura. waktu itu masih ada kolam ikan di depan rumah yang dihuni oleh beberapa ikan mas dan koi. 3 ekor koi bertahan hidup tak sampai sebulan. sedangkan para mas hidup lebih lama, tapi tak sedikit yang tewas di perut kucing tetangga. *sigh*
apa kabar dengan kura-kura?? karena ukurannya agak besar, dua ekor kura-kura itu dibiarkan ikut berenang di kolam ikan. tapi hanya 1-2 minggu mereka betah di sana, lalu kabur entah kemana. sempat ada yang ketemu sih di balik rerumputan dekat pagar, tapi kemudian hilang lagi..
piaraan berikutnya yang bertahan kami pelihara adalah ikan hias. kali ini dipiara di akuarium. kecil-kecil, warna-warni, lucu-lucu, dan menggemaskan. ada koki, sapu-sapu, hiu kecil (jenis apa ya itu..pokoknya kek hiu tapi kecil lah), dan ikan hias lainnya. yang belum pernah kami punya adalah ikan badut. mungkin karena papa merasa cukup lah adik saya saja yang menjadi badut..
bagaimana hidup para ikan mungil nan cantik ini? menurut survey yang saya lakukan, rata-rata mereka mampu bertahan hidup dengan damai di akuarium kami hanya selama 1-3 bulan saja. yang mampu mencetak rekor adalah si Odong, karena mampu bertahan hidup di dunia akuarium keluarga kami yang fana dan kejam itu selama setahun lebih. padahal sering banget Odong kelupaan dikasih makan. tapi, bukannya Odong yang mati, malah akuarium kami yang tamat riwayatnya, pecah disundul kepala si Odong. Odong pun mati diterkam kucing liar, karena akuarium daruratnya kami simpan di luar rumah. *saking lamanya si Odong hidup, keluarga saya sampai bosan melihatnya di dalam rumah.. Maaf ya, Dong..*
nah, ditinggal mati si Odong, adik saya sempat melihara 4 ekor ikan cupang. like sister like brother.. kami berdua sama aja. malas.. akhirnya, 2 minggu kemudian, cupangnya tinggal 2 ekor. dan naasnya, sepasang cupang yang sedang dimabuk asmara itu tidak kami ajak pindahan ke margahayu.. semoga pa abidin (yang punya kontrakan cisitu) berbaik hati merawat cupang-cupang manis itu.
oya, saya juga sempat punya Cemot, kura-kura pemberian si abang. namun, tak sampai 2 minggu ia pergi meninggalkan saya, terkujur kaku, membusuk di kamarku..
sekarang, saya punya burung lagi. 1 ekor beo dan 4 ekor parkit. mereka baru sampai kemarin, bersama kedua orangtua saya yang baru pulang dari ponorogo. dengan isengnya mama sibuk mencari nama untuk piaraan barunya ini.
“nih, Cha.. Satria!”, mama menunjuk pada si beo. “tadinya pak supir bis ngasih nama ‘Joko’..tapi mama bilang aja, ‘jangan pak, Joko nama kakak saya..”
“…”
“tadinya mama mu kasih nama ‘Pono’ buat si beo dan ‘Rogo’ buat para parkit, tapi ternyata Pono artinya Hilang, gak jadi deh..takut ntar ilang beneran..”, mama masih asik ‘ngutak-ngutik’ si beo.
“…”
“Eh, apa ganti aja ya, jangan Satria..kepanjangan..”, mama berpikir.
“Blekok aja!.. enak kan tuh ngomongnya..”, bude ikutan nimbrung, “blekok.. blekok..”
Mama kurang setuju, “kesannya kasar amat yah ‘Blekok’ teh..”, mama mikir lagi..,”mm.. Bondan aja gimana?” *saat ada Bondan Prakoso di infotainment*
“Mak nyos, donk..”, saya berkomentar sambil mengingat wajah Bondan Winarno.
“Bondan.. Bondan..”, mama asik manggil-manggil si beo, tak menggubris komentar saya.
“…”
“Ahaa.. Romeo aja! Parkitnya Juliet.. kan sekarang bulan Juli..”, mama kembali girang, “Romeo..romeo..”.
“…”
Yak, dengan ini, si beo resmi bernama Romeo, dan para parkit dipanggil Juliet (terserah deh mana aja yang mau dipanggil Juliet, secara parkitnya ada 4 ekor..)
2 Comments
gw bersyukur punya burung satu aja…. jangan sampe nambah deh…. hauhauhauaa
wah, namanya siapa, kang ichanx?? kenalan yuk sama Romeo dan Juliet..